Sabtu, 09 Agustus 2014

Nubuat Nabi Musa

Ulangan 18:15
Seorang nabi dari tengah tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

נָבִיא ָ מֵאַחֶיך מֵאַחֶי כָּמֹנִי
navi' miqirbekha me'akheykha kamoni

יָקִים לְךָ יְהוָה אֱלֹהֶיךָ
yaqim lekha YHVH (adonay) 'eloheykha

אֵלָיו תִּשְׁמָעוּן׃
êlåv tisyma'un

1). Dari perspektif pandangan Yahudi.

Kebetulan beberapa bulan yang lalu, saya (admin) pernah berkunjung ke sebuah sinagoge bernama "SHA'AR HASHAMAYIM" dan berbincang dengan seorang Rabi Yahudi bernama Yaacov.. Di sana kami banyak berbincang-bincang (tepatnya tanya jawab) tentang kebudayaan dan pandangan-pandangan Judaisme.. Nah dalam perbincangan tersebut saya menyempatkan bertanya soal pandangan kaum Yahudi tentang nubuat Ulangan 18:15&18 tersebut. Ketika di tanya soal itu Rabi tersebut menjawab bahwa ayat di atas merupakan salah satu "Messianic Prophercy" dalam Tanakh Ibrani. Sebagaimana yang kita ketahui yaitu bahwa sampai saat ini orang Yahudi masih menunggu kedatangan Sang Mesias tersebut. Sosok Mesias yang dinantikan orang Yahudi adalah seorang Mesias politik, yang membawa dan menuntun bangsa Israel menuju kebebasan dan perdamaian, menyatakan hukum terhadap musuh-musuh mereka, sebagaimana juga Musa telah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan menuntun mereka dalam pengembaraan.

Jadi pada intinya yaitu orang Yahudi masih menunggu sosok Mesias yang di nubuatkan dalam Ulangan 18:15&18 tersebut karena mereka tidak mengakui Yesus sebagai Mesias sebagaimana yang di yakini umat Kristen dan muslim.

Nb : Muslim mengakui Isa sebagai Al-Masih atau Mesias.

2). Perspektif pandangan umat muslim.

Umat muslim sendiri mengklaim nubuatan tersebut adalah nubuatan terhadap Muhammad karena dalam suatu ayat Quran mengatakan bahwa Muhammad tertulis dalam Kitab Taurat dan Injil (QS Al-Baqarah 146). Demi mencari kebenaran dalam ayat tersebut, maka umat muslim sering mengklaim bahwa ayat tersebut adalah nubuat terhadap Muhammad. Padahal di sisi lain umat muslim sendiri sering mengklaim bahwa Taurat sudah di palsukan. 
Keberatan-keberatan terhadap klaim umat muslim tentang nubuatan Ulangan 18:15&18 akan kami bagi dalam beberapa poin, sbb :

a). Keberatan 1

Ulangan 18:15&18 adalah sebuah ayat "Messianic Prhopercy" atau ayat yg menubuatkan tentang Mesias. Jika muslim ingin mengklaim bahwa nubuat tersebut untuk Muhammad, maka umat muslim harus berpikir 2 kali tentang ayat-ayat Quran yg menyatakan Isa sebagai Mesias/Al-Masih, misalnya : "Dan karena ucapan mereka :
"Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, 'Isa putra Maryam... (QS 3:55)
Quran sendiri pun tidak mengakui Muhammad sbg Mesias/Al-Masih melainkan Isa.

b). Keberatan 2

Dalam kitab Tanakh Ibrani, kata "dari saudara-saudaramu" (Ibrani : me'akheykha) hanya merujuk pada bangsa Israel saja.. Jadi frasa kata "navi' miqirbekha me'akheykha kamoni" adalah dalam artian yang menunjuk seorang Mesias dari garis keturunan Israel, dan jelas Muhammad bukan berasal dari keturunan Israel (Ishak dan Yakub).

Jadi intinya adalah ayat nubuatan tersebut di nubuatkan terhadap kedatangan Mesias / Al-Masih dari garis keturunan Israel..

3). Perspektif pandangan Kristen.

Ulangan 18:15 sangat berkaitan dengan ayat 18 yaitu : "Seorang Nabi akan Ku bangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya."
Seperti pembahasan diatas yaitu bahwa nubuat tersebut menunjuk pada kedatangan Mesias dari garis keturunan Israel.. Orang Kristen sendiri meyakini bahwa Yesus adalah penggenapan dari nubuatan tersebut karena Yesus adalah Sang Mesias dari garis keturunan Israel.

Ada 3 kriteria yang di gambarkan dalam ayat nubuatan diatas yaitu :

1. Seorang nabi yang akan datang dari antara saudaramu (bangsa Israel)

2. Nabi seperti Musa.

3. Allah akan melakukan kehendak-Nya lewat perkataan nabi tersebut.

Sekarang mari kita bahas apakah kriteria-kriteria di atas cocok dengan keyakinan umat Kristen yang meyakini bahwa nubuat tersebut di genapi oleh Yesus?

1.) Seorang nabi yang akan datang dari antara saudaramu (bangsa Israel)

Kriteria ini tentunya
tidak masalah dalam keyakinan umat Kristen bahwa penggenapannya untuk Yesus Kristus, karena Yesus datang dari garis keturunan bangsa Israel.

2). Nabi seperti Musa.

Tentunya kriteria ini juga sangat cocok dalam penggenapannya terhadap Yesus Kristus. Bahkan ada beberapa hal antara Yesus dan Musa yang sangat mirip dan tidak di temukan persamaannya dengan orang lain yaitu :

- Kelahiran Yesus dan Musa membuat pemimpin di daerahnya mengamuk (Firaun dan Herodes), dan mereka memerintahkan pembunuhan untuk anak-anak dibawah 2 tahun.

- Yesus dan Musa adalah sebagai pembebas. Musa memerdekakan orang Israel dari perbudakan, dan Yesus memerdekakan semua orang dari belenggu dosa.

Dan juga ada beberapa persamaan
lainnya antara Yesus dan Musa (lihat bahasannya di situs sarapanpagi Biblika : ww.sarapanpagi.org/nabi-seperti-musa-vt556.html)

3). Allah akan melakukan kehendak-Nya lewat perkataan nabi tersebut.

Kriteria ketiga ini juga tidak ada permasalahan karena Yesus adalah Sang Firman tersebut (Lih. Yohanes 1:1&14) dan segala perkataan dan ajaran Yesus berasal dari Allah (Lih. Yohanes 7:16 dan Yohanes 12:49).

Jadi dalam kriteria-kriteria diatas, Yesus adalah sosok yang paling cocok sebagai penggenapan nubuatan tersebut.

Nah suatu permasalahan yang sering di pertanyakan kepada umat Kristen adalah bukankah umat Kristen mengakui Yesus sebagai Tuhan dan bukan sebagai nabi..?
Sekarang kami akan menjelaskan hal ini..

Pertanyaan seperti diatas memang bukan hal yang jarang kita temui dari kalangan non-Kristen, bahkan pernah ada seorang yang berkata seperti ini kepada saya : "Klaim orang Kristen bahwa ayat tersebut (Ulangan 18) untuk Yesus, sungguh terlalu di paksakan. Ayat tersebut jelas menubuatkan tentang kedatangan seorang nabi sedangkan orang Kristen tidak mengakui Yesus sebagai nabi, melainkan sebagai Tuhan" (kata orang itu).
Ada beberapa hal yang memang kurang di mengerti oleh orang-orang di luar Kristen, dan bahkan sebagian orang Kristen sendiri terkait status kedatangan Yesus sebagai apa.
Yesus datang ke dunia dalam wujud manusia yaitu sebagai Tuhan yang merendahkan diri-Nya, sebagai seorang Mesias, sebagai seorang guru, sebagai seorang Imam tertinggi, dan juga sebagai seorang nabi yang di janjikan. Yesus adalah sosok
penggenapan janji-janji Allah dalam perjanjian lama yang telah digenapi-Nya secara sempurna.

Terkait nubuatan dalam Ulangan
18:15&18 tentang kedatangan nabi tersebut juga di nubuatkan kembali oleh nabi Yesaya.
"Lihat, itu Hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepada-Nya AKu berkenan. Aku
telah menaruh roh-Ku ke atas-Nya, supaya Ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)

Dalam perjanjian baru, Yesus sendiri mengakui penggenapan tersebut oleh-Nya, namun Dia melarang kepada orang banyak untuk memberitahukan siapa Dia sebenarnya.

Matius 12:16-18
12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.

Yesus adalah penggenapan dari nubuatan tersebut untuk menyempurnakan segala janji-janji Allah.. Melalui perkataan-Nya sendiri, Yesus pun pernah bersaksi tentang diri-Nya dalam kapasitas seorang nabi,

Matius 13:57
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."

**Namun sekarang yang jadi pertanyaannya yaitu bukankah Yesus kita imani sebagai Tuhan?
Bagaimana bisa seorang Tuhan adalah juga seorang nabi?**

Memang banyak orang di luar Kristen dan bahkan orang Kristen sendiri yang bingung dengan kedua status Yesus tersebut.. Dalam prinsip keyakinan agama lain, seorang utusan (nabi) tentulah berbeda dengan otoritasnya sebagai Tuhan, jadi mustahil Yesus adalah seorang nabi dan juga sebagai Tuhan.

Sebagai orang Kristen, prinsip tersebut bukanlah prinsip dalam keyakinan iman Kristiani.. Orang Kristen meyakini bahwa Yesus adalah sang nabi yang dijanjikan tersebut dan juga sebagai sang Tuhan.

**Bagaimana bisa?**

Tentu saja bisa. Prinsip yang kita pegang yaitu **Tuhan sendirilah yang telah datang untuk menggenapi semua janji-Nya. Allah tidak menggunakan orang lain untuk menggenapi janji-Nya, melainkan Allah sendiri mengutus pribadi Firman-Nya dalam wujud manusia untuk menggenapi semua janji-Nya dalam perjanjian
lama**.

Prinsip keyakinan agama lain memang jelas berbeda dengan prinsip iman Kristiani yang diyakini sesuai dengan Alkitab. Bagi mereka mustahil seorang Tuhan adalah juga seorang nabi, namun iman kekristenan tidak seperti itu.. **Allah yang telah menjanjikan dan Allah pula yang datang menggenapi janji-Nya itu**.
Ya, Allah tidak menggunakan orang lain untuk menepati janji-Nya melainkan Allah sendirilah yang datang menepati janji-Nya dalam pribadi-Nya yaitu Yesus Kristus.
Yesus adalah nabi yang telah dijanjikan tersebut, dan Dialah Allah Tuhan yang datang untuk menggenapi semua janji-Nya.

Translate